Cinta Pramuka, Cinta Alam
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
adalah kalimat kedua yang terdengar saat kita mengucapkan Dasa Dharma dan dalam
Pramuka kita diajarkan untuk mengamalkan kalimat tersebut. Cinta alam, kita
tinggal di wilayah yang memiliki bentang alam sangat luas dengan berbagai
keberagamannya yang ada. Lantas, bagaimana cara kita untuk mencintai alam ini?
![]() |
| Rapat Panitia Perkemahan di Ruang Terbuka Hijau MTsN 6 Banjar |
Salah satu caranya
adalah dengan pemanfaatan alam. Sekolah kami, MTsN 6 Banjar telah melakukan
cara ini. Kami memilih Ruang Terbuka Hijau yang berada di depan sekolah sebagai
salah satu tempat untuk melakukan diskusi atau rapat kecil - kecilan, seperti
saat rapat panitia perkemahan yang terlihat pada gambar di atas. Selain sebagai
pemanfaatan alam, hal ini juga dilakukan untuk membuat pikiran jernih dan
menghindari rasa tegang saat rapat. Kebanyakan siswa juga merasa bosan jika
terus menerus belajar di kelas, untuk menghindari hal itu kita dapat
menggunakan halaman sekolah yang sejuk dan rindang sebagai sarana tempat
pembelajaran.
Dimulai dari mendekatkan
diri dengan alam, lama kelamaan rasa cinta alam kita akan tumbuh. Kita akan
mulai berpikir bagaimana caranya agar kenyamanan alam yang telah kita rasakan
selama ini tidak hilang oleh waktu. Sebagai sekolah adiwiyata, sekolah kami
memang telah menanamkan rasa peduli lingkungan bagi setiap siswa - siswi
disini. Di Pramuka, kami juga diajarkan untuk menjadi anggota yang peduli pada
keindahan lingkungan.
MTsN 6 Banjar pernah mengadakan bakti sosial memungut sampah di lingkungan masyarakat. Tidak hanya Pramuka yang bergabung dalam kegiatan ini, para anggota Paskibra, Basket, PMR, dan lainnya juga turut bekerja sama. Kami turun ke jalanan untuk membersihkan sampah sampah yang ada di lingkungan masyarakat, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk keindahan alam sekitar, tapi juga bermanfaat untuk diri kami masing - masing. Selain terciptanya kerja sama antar ekstrakulikuler di sekolah, bakti sosial ini juga sebagai didikan untuk kami agar semakin peduli pada kebersihan lingkungan.
Bagi kami, tidak ada
lagi istilah jijik untuk memungut sampah, tidak ada lagi istilah malu untuk
membersihkan jalanan dan tidak ada lagi istilah takut kotor saat membersihkan
selokan. Karena kami sadar, betapa pentingnya alam ini untuk kami. Karena kami
sadar, betapa baiknya alam ini pada kami. Karena hal itu, tidak ada lagi alasan
bagi kami untuk tidak peduli pada alam ini dan yang terpenting tidak ada lagi
alasan bagi kami untuk tidak mencintai alam ini.



Komentar
Posting Komentar