Panen info yuk!

Apa kalian tahu kejadian yang terjadi pada 15 Januari 1962?

Seperti yang biasa kita dengar, semakin lama kalian akan semakin melupakan sejarah. Terdapat lebih dari sejuta sejarah yang terukir di Bumi Indonesia ini. Salah satunya adalah yang terjadi pada 15 Januari 1962, Pertempuran Laut Aru. Pertempuran ini terjadi antara Indonesia dan Belanda di Laut Aru, Maluku. Walaupun peringatan dari kejadian ini telah berlalu satu bulan yang lalu, tetap saja perjuangan dari perang ini akan lengket dengan kita sampai kapan pun. Perjuangan dari tiga kapal TNI AL untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda pada pertempuran ini patut kita kenang sebagai sejarah Bangsa Indonesia yang tak layak untuk dilupakan. 


KRI Macan Tutul
Insiden ini terjadi saat KRI Macan Tutul (650), KRI Macan Kumbang (653) dan KRI Harimau (654) yang sedang berpatroli pada posisi 04,49° LS dan 135,02° BT diserang oleh dua kapal jenis destroyer, pesawat jenis Neptune dan Frely milik Belanda. "Kobarkan semangat Pertempuran" adalah pesan terakhir yang diserukan Komodor Yos Sudarso sebelum gugur pada pertempuran ini. Belanda hanya memusatkan penyerangan ke KRI Macan Tutul berkat manuver pengalih perhatian musuh yang dilakukan oleh Armada Indonesia dibawah pimpinan Komodor Yos Sudarso yang berada di dalam KRI Macan Tutul tersebut. Walaupun pada akhirnya KRI Macan Tutul tenggelam beserta awaknya, tetapi KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau berhasil selamat dari pertempuran. Peringatan dari kejadian heroik ini ditetapkan pada tanggal 15 Januari sebagai Hari Dharma Samudera.

KRI Banda Aceh 593 angkut Ratusan Pramuka Tabur Bunga

Sebagai generasi muda Bangsa Indonesia kita harus selalu mengenang dan mengambil pelajaran penting dari setiap sejarah Indonesia. Khususnya untuk para anggota Pramuka, kita memiliki ketentuan moral yakni Dasa Dharma. Dalam Dasa Dharma kita diajarkan untuk bersikap ksatria, berani, bertanggung jawab dan lainnya. Dengan mengingat kembali sejarah Perjuangan Bangsa dapat mendidik kita untuk bersikap layaknya para pahlawan yang telah membela tanah air ini. 

Anak Pramuka itu cinta Indonesia.
Kita tidak boleh menjadi pemuda pemudi yang buta sejarah akan negara tercinta ini. Jika dahulu para pahlawan telah berjuang mati - matian untuk merebut tanah air dari penjajah, sekarang tugas kita adalah mempertahankan dan menghargai perjuangan para pahlawan dengan belajar yang rajin dan menjadi anak yang memiliki sifat patriotisme. Belajar dari sejarah pada masa lalu, akan membuat kita menjadi lebih maju di masa depan.



Sumber : Instagram @gerakan pramuka dan wikipedia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benih Tunas Kelapa